Ikuti perkembangan terbaru, informasi kegiatan, prestasi, dan artikel seputar madrasah.
Kediri— MTsN 7 Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Rabu (26/8/2026) di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin. Kegiatan yang dipimpin oleh Gus Ala’ tersebut diikuti oleh siswa-siswi MTsN 7 Kediri dengan penuh khidmat dan antusias. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenang keteladanan Rasulullah saw. sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pesannya, Gus Ala’ mengajak para siswa untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi juga menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan. “Kalian adalah generasi penerus. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah akhlak, hormati guru dan orang tua, serta jangan takut untuk bermimpi. Jadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan dalam setiap langkah kehidupan,” tutur Gus Ala’ kepada para siswa. Usai mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi di pondok pesantren, siswa-siswi MTsN 7 Kediri melanjutkan kegiatan dengan berbagai perlombaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad saw. Untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, sejumlah lomba digelar, di antaranya LBB Hilang Arah, Angkat Beban, Menyolek Wajah, dan Caterpillar. Berbagai perlombaan tersebut menguji ketangkasan, kekompakan, keberanian, dan kreativitas para peserta. Sementara itu, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., terdapat empat cabang perlombaan, yaitu Adzan, Fashion Show, Asmaul Husna, dan Cerdas Cermat. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap perlombaan. Seluruh perlombaan dilaksanakan secara serentak. Suasana madrasah pun semakin semarak dengan sorak dukungan dari para siswa. Mereka mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan antusias, baik sebagai peserta maupun sebagai pendukung teman-temannya. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa perlombaan bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan keberanian. Semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut layaknya semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Melalui rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan perlombaan tersebut, MTsN 7 Kediri berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter religius, sportif, disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah. Peringatan Maulid Nabi dan kemeriahan lomba kemerdekaan pun menjadi satu rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan dan keteladanan bagi seluruh siswa MTsN 7 Kediri.
Kabupaten Kediri-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTsN 7 Kediri di tingkat internasional. Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri menghadiri acara awarding Borneo International Innovation and Creativity Competition (BIICC) 2026 yang berlangsung di International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (23/8/2026). Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut menjadi kesempatan bagi siswa MTsN 7 Kediri untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui bidang inovasi. Tim Riset Green Catalyst yang mengikuti kompetisi tersebut terdiri atas dua siswi kelas 8A, yaitu Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah. Kehadiran Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam acara awarding BIICC 2026 tidak hanya menjadi momen untuk menerima penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.Keikutsertaan dalam kompetisi internasional memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam berkompetisi bersama peserta dari berbagai daerah dan negara. Kerja keras dan proses yang telah dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam ajang tersebut, Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri berhasil meraih empat penghargaan. Empat penghargaan tersebut, yaitu Platinum Award, Gold Award kategori Innovation Futures and Education Paedagogy, Second Place BIICC Innovators Award, serta BIICC Wild Life and Earth Conservation Award. Perolehan empat penghargaan tersebut menjadi bukti atas kesungguhan tim dalam mengikuti kompetisi. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi untuk berprestasi dan bersaing dalam ajang inovasi dan kreativitas di tingkat internasional. Anggota Tim Riset MTsN 7 Kediri, Siti Muthorikah, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketekunan dan kerja keras yang dilakukan oleh tim. Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak di lingkungan madrasah juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan tim. "Berkat ketekunan, kerja keras, dan sinergi antara pembimbing, pendamping, siswa, dan seluruh stakeholder yang berada di madrasah, tim ini berhasil meraih empat penghargaan dalam even ini," ungkap Siti Muthorikah. Empat penghargaan yang berhasil diraih menjadi capaian tersendiri bagi MTsN 7 Kediri. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat semangat madrasah untuk terus memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi, khususnya di bidang riset, inovasi, dan kreativitas. Bagi Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman, pengalaman mengikuti ajang BIICC 2026 juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Keterlibatan mereka dalam kompetisi internasional dapat menjadi pengalaman yang berharga untuk menumbuhkan sikap percaya diri, ketekunan, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya. Keberhasilan Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam meraih empat penghargaan di BIICC 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan ide dan menghasilkan karya inovatif. Dukungan dari pembimbing, pendamping, madrasah, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam mengantarkan siswa meraih prestasi. Capaian di Kuala Lumpur tersebut sekaligus menambah deretan prestasi MTsN 7 Kediri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Prestasi ini diharapkan dapat semakin menguatkan budaya riset dan inovasi serta mendorong siswa MTsN 7 Kediri untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang.
Kontingen MTsN 7 Kediri turut ambil bagian dalam Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat Kabupaten Kediri yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Dalam ajang tersebut, MTsN 7 Kediri menerjunkan dua peleton terbaik, yakni satu peleton putra dan satu peleton putri. Sejak pagi, kedua peleton tampil dengan penuh percaya diri mengenakan seragam kebanggaan madrasah. Mereka menunjukkan kekompakan melalui derap langkah yang seragam, ketegasan instruksi dari komandan peleton (danton), serta variasi formasi yang telah dipersiapkan selama latihan. Penampilan para peserta mendapat perhatian dari juri dan penonton yang menyaksikan perlombaan. Kekompakan, ketepatan gerakan, dan kedisiplinan menjadi bagian yang ditunjukkan oleh kedua peleton selama mengikuti perlombaan. Kepala MTsN 7 Kediri mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembina yang telah melakukan persiapan melalui latihan secara intensif selama beberapa pekan. "Keikutsertaan dalam lomba ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga bagaimana siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki kepercayaan diri. Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa dan pembina yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh," ujar Kepala MTsN 7 Kediri. Menurutnya, kegiatan LBB menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan karakter sekaligus menyalurkan potensi di bidang nonakademik. "Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus berkembang dan berani berkompetisi dalam berbagai bidang," tambahnya. Lomba Baris-Berbaris tingkat Kabupaten Kediri menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. Keikutsertaan dua peleton MTsN 7 Kediri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa melalui kegiatan positif.
KEDIRI — MTsN 7 Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, berkarakter, dan peduli lingkungan. Mengusung semangat "MTsN 7 Kediri Bisa", madrasah yang berlokasi di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini konsisten melahirkan berbagai inovasi pendidikan serta prestasi gemilang di berbagai bidang.Inovasi dan Program Unggulan Berbasis KarakterSebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama, MTsN 7 Kediri tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Dengan visi "Unggul dalam Berfikir, Dzikir, Moderat, Literat, dan Peduli Lingkungan", madrasah ini menghadirkan beragam program strategis. Mulai dari pengembangan kelas unggulan, penguatan kemampuan bahasa asing (Arab dan Inggris) melalui kerja sama dengan lingkungan pesantren, hingga pembiasaan kegiatan keagamaan yang istikamah menjadi fondasi kuat dalam mendidik siswa-siswi agar siap menghadapi tantangan zaman modern. Semangat "MTsN 7 Kediri Bisa" di Berbagai AjangSlogan "MTsN 7 Kediri Bisa" bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan cerminan dari etos kerja seluruh warga madrasah—baik guru, tenaga kependidikan, maupun para siswa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya torehan prestasi membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional, mencakup bidang akademik, seni, olahraga, hingga program peduli lingkungan seperti Adiwiyata.Kepala MTsN 7 Kediri beserta jajaran guru terus mendorong motivasi belajar siswa agar senantiasa optimis. Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler dan wadah kreativitas seperti program siniar (podcast) madrasah turut menjadi sarana efektif dalam mengasah jiwa literasi serta komunikasi digital para siswa.Melalui sinergi yang kuat antara pihak madrasah, komite, dan orang tua wali murid, MTsN 7 Kediri optimis untuk terus bertransformasi menjadi madrasah pilihan utama yang berkualitas, inspiratif, dan senantiasa terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.