Ikuti perkembangan terbaru, informasi kegiatan, prestasi, dan artikel seputar madrasah.
Kediri – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Kediri meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan yang berkualitas melalui Maklumat Pelayanan yang ditetapkan pada Selasa, 14 Juli 2026. Maklumat ini menjadi bentuk kesanggupan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam maklumat tersebut, seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 7 Kediri menyatakan kesanggupan untuk memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan yang berlaku. Komitmen ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab madrasah dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Maklumat Pelayanan tersebut juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap janji pelayanan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi landasan bagi seluruh unsur madrasah untuk senantiasa menjaga kualitas pelayanan serta menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menandatangani Maklumat Pelayanan tersebut di Kepung pada 14 Juli 2026. Penetapan maklumat ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Melalui komitmen tersebut, MTsN 7 Kediri terus berupaya membangun lingkungan pelayanan yang tertib, responsif, dan berintegritas demi mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. -ENF
Kediri – MTsN 7 Kediri menggelar Workshop Penulisan Buku dalam rangka memperingati Bulan Bahasa pada Kamis (15/10/2026) di Meeting Room MTsN 7 Kediri. Mengusung tema “Mengukir Jejak Ilmu melalui Karya, Menguatkan Profesionalisme Guru dengan Literasi”, kegiatan ini bertujuan mendorong budaya menulis sekaligus meningkatkan profesionalisme guru melalui karya tulis. Kegiatan ini diikuti 45 peserta dari berbagai satuan pendidikan, meliputi MAN, MA, SMP, MTs, SD, dan MI. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Nur Sjamsuarini Pudji Astutik dari Sidoarjo dan Rahmat Hidayatullah, *founder* Komunikasi Perjamuan Kampung Inggris. Keduanya berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penulisan buku sebagai sarana mengembangkan potensi diri serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Acara diawali dengan sambutan Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si. Dalam sambutannya, ia berharap workshop tersebut dapat memotivasi para guru untuk terus berkarya melalui tulisan sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. “Menulis adalah bekerja dalam keabadian. Melalui tulisan, ilmu dan pengalaman yang kita miliki dapat terus memberikan manfaat, bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di tempat yang sama,” ungkap Ifa Hidayah. Setelah sambutan kepala madrasah, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, S.Ag., M.Hi. Dalam kesempatan tersebut, diharapkan dapat mendorong para guru untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan peningkatan mutu pendidikan di madrasah. berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan karya-karya yang berkualitas dan menginspirasi. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penulis yang mampu mendokumentasikan pengalaman, gagasan, dan inovasi pembelajaran untuk dibagikan kepada masyarakat luas. Workshop ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan buku baru hasil karya siswa-siswi MTsN 7 Kediri. Kehadiran buku tersebut menunjukkan bahwa budaya literasi dapat tumbuh sejak dini apabila peserta didik mendapatkan ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma), Sahrul Munir. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi workshop bersama narasumber untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam menulis buku. Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kediri berharap budaya literasi semakin berkembang di lingkungan madrasah, baik di kalangan guru maupun peserta didik. Semangat menulis diharapkan tidak hanya menghasilkan karya yang dapat dibaca dan dikenang, tetapi juga menjadi sarana berbagi ilmu, mengembangkan profesionalisme, serta meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi generasi mendatang. -ENF
Kediri – MTsN 7 Kediri menggelar rapat dinas sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelaksanaan program madrasah. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Muksin Zeni Supraba, dan dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Luluk Azizatul Ma’rifah. Rapat dinas tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antarbagian di lingkungan madrasah. Melalui koordinasi ini, setiap unsur madrasah diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal. Dalam pelaksanaannya, rapat dinas juga menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas pelayanan madrasah. Kesamaan pemahaman dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program. Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik serta masyarakat. Hasil evaluasi dan koordinasi diharapkan dapat menjadi landasan dalam menentukan langkah perbaikan dan pengembangan madrasah ke depan. -ENF
Kediri – MTsN 7 Kediri menggelar pelatihan pelayanan publik yang diikuti seluruh tenaga kependidikan, mulai dari petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), petugas keamanan, hingga petugas kebersihan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pare dengan menghadirkan Ardin Yoga Sasana sebagai pemateri. Pelatihan dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Muksin Zeni Supraba. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta keterampilan komunikasi tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan kepada warga madrasah maupun masyarakat. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan profesional. Setiap petugas memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang tertib, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung. Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas PTSP, tetapi juga seluruh tenaga kependidikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Petugas keamanan dan kebersihan turut berperan dalam menciptakan suasana madrasah yang aman, bersih, dan nyaman. Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kediri berharap seluruh tenaga kependidikan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, kualitas pelayanan di lingkungan madrasah dapat terus ditingkatkan secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. -ENF
Kediri – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, bersama pengurus Sahroeni dan Khalimatus Sholikah, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan oleh DWP Kementerian Agama Kabupaten Kediri di aula belakang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan sebagai Inspirasi dalam Membangun Keluarga dan Masyarakat Sesuai Sunah Nabi Muhammad saw.” Dalam kegiatan tersebut, DWP MTsN 7 Kediri menerima apresiasi atas capaian di bidang pelaporan dan publikasi e-reporting. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen organisasi dalam melaksanakan pelaporan secara tertib, tepat waktu, dan berkelanjutan. DWP MTsN 7 Kediri berhasil meraih tiga penghargaan, yaitu Terbaik 1 E-Reporting Tepat Waktu, Terbaik 2 E-Reporting Terbanyak, dan Terbaik 1 Publikasi E-Reporting Terbaru. Penyerahan sertifikat penghargaan dilakukan secara langsung oleh Ny. Nur Yayuk Faridah Achmad Fa'iz, Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja DWP MTsN 7 Kediri dalam mendukung tertib administrasi dan publikasi kegiatan organisasi. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota DWP MTsN 7 Kediri untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi, konsistensi pelaporan, serta publikasi kegiatan. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat kontribusi DWP dalam mendukung program madrasah organisisasi. -ENF
Malang – Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Teratai MTsN 7 Kediri menggelar kegiatan outbound di Taman Kemesraan, Pujon, Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mengembangkan karakter, keterampilan sosial, dan jiwa kepemimpinan peserta didik. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Luluk Azizatul Ma’rifah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya membangun kekompakan dan tanggung jawab melalui kegiatan bersama. “Melalui kegiatan outbound ini, saya berharap seluruh anggota PIK-R Teratai dapat belajar bekerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat kebersamaan,” pesannya. Para anggota PIK-R Teratai mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun komunikasi yang positif. Selain menjadi sarana penyegaran dari rutinitas pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antaranggota dan menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama. Melalui kegiatan tersebut, PIK-R Teratai MTsN 7 Kediri diharapkan semakin solid dan aktif dalam menjalankan programnya. Anggota PIK-R juga diharapkan mampu menjadi remaja yang sehat, kreatif, berkarakter, serta memberikan pengaruh positif bagi lingkungan madrasah.
Kabupaten Kediri – MTsN 7 Kediri melaksanakan pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (12/10/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., sebagai tanda dimulainya tugas dan tanggung jawab pengurus OSIM yang baru. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus terpilih untuk menjalankan amanah organisasi serta berkontribusi dalam mengembangkan potensi peserta didik. Melalui OSIM, para siswa diharapkan mampu mengasah kemampuan kepemimpinan, meningkatkan kedisiplinan, dan membangun kerja sama dalam berbagai kegiatan madrasah. Dalam arahannya, Ifa Hidayah menegaskan bahwa menjadi pengurus OSIM bukan sekadar memperoleh jabatan, melainkan juga kesiapan untuk bertanggung jawab dan memberikan teladan bagi teman-temannya. “Menjadi pengurus OSIM adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jadilah teladan bagi teman-teman, tunjukkan sikap disiplin, dan hadirkan program-program positif yang dapat membawa kemajuan bagi madrasah,” pesannya. Ia juga berharap pengurus OSIM yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menjadi mitra madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan berkarakter. Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengurus OSIM MTsN 7 Kediri tahun ajaran 2026/2027 untuk menjalankan berbagai program kerja secara optimal. Dengan semangat dan tanggung jawab, OSIM diharapkan mampu menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar berorganisasi, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi Madrasah. -ENF
Kabupaten Kediri– MTsN 7 Kediri menggelar pengajian rutin Sabtu pagi bagi wali murid kelas VII, Sabtu (10/10). Kegiatan ini menjadi salah satu sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam mendukung pendidikan peserta didik. Pengajian kali ini menghadirkan H. Slamet Mintoadi, Pengasuh Rumah Tahfidz SMAN 2 Pare, sebagai mubalig. Dalam tausiah yang disampaikan, beliau mengajak para wali murid untuk berperan aktif dalam mendampingi pendidikan anak, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter dan akhlak. “Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi juga membutuhkan peran orang tua di rumah. Karena itu, mari kita bersama-sama membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki landasan agama yang kuat,” tutur H. Slamet Mintoadi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara madrasah dan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik, baik dari segi pengetahuan maupun pembentukan kepribadian. Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rapor Sumatif Tengah Semester (STS). Pembagian rapor dilaksanakan di kelas masing-masing bersama wali kelas. Pada kesempatan ini, wali murid dapat mengetahui hasil belajar peserta didik selama mengikuti pembelajaran pada pertengahan semester. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Kediri untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua, sekaligus memperkuat kerja sama dalam mendampingi proses belajar dan perkembangan peserta didik. -ENF
Kediri – MTsN 7 Kediri melaksanakan kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Adiwiyata pada Jumat (9/10). Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan Pokja Adiwiyata, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kerja sama, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan madrasah. Selain membentuk kebiasaan positif, kegiatan ini juga mengajarkan siswa bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di masyarakat. Melalui Pokja Adiwiyata, MTsN 7 Kediri berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut, peserta didik diharapkan mampu menjadi pelopor perilaku ramah lingkungan di mana pun berada. -ENF
Kediri — MTsN 7 Kediri memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di halaman madrasah, Kamis (1/10). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan. Shofwan Hafid bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta didik menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memahami pentingnya persatuan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan bangsa. Para pahlawan telah berkorban untuk Indonesia. Kini, tugas kita sebagai pelajar adalah melanjutkan perjuangan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tutur Shofwan Hafid. Ia juga menekankan bahwa perjuangan generasi muda tidak lagi dilakukan melalui medan perang, melainkan dengan meningkatkan kemampuan diri, menghasilkan karya, dan meraih prestasi. Menurutnya, peserta didik memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa. “Jadilah generasi yang membanggakan bangsa, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan karya dan prestasi,” pesannya. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MTsN 7 Kediri tidak hanya dilaksanakan melalui upacara di lingkungan madrasah. MTsN 7 Kediri juga turut ambil bagian dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kecamatan Kepung. Dalam kegiatan tersebut, MTsN 7 Kediri mengirimkan satu pleton putra dan satu pleton putri sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan kenegaraan di tingkat kecamatan. Keikutsertaan peserta didik tersebut didampingi langsung oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah. Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif MTsN 7 Kediri dalam memperingati momentum nasional sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan cinta tanah air di kalangan peserta didik. Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 7 Kediri terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya melalui sikap sehari-hari, menjaga persatuan, serta mengembangkan potensi melalui karya dan prestasi.
Kediri — MTsN 7 Kediri menerima kunjungan Syeh Bandar bin Sholeh As Suwair dari Arab Saudi dalam rangka pemantauan rencana pembangunan masjid di lingkungan madrasah, Rabu (30/09). Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pembangunan masjid yang nantinya diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan dan laboratorium keagamaan bagi peserta didik MTsN 7 Kediri. Keberadaan masjid tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kedatangan Syeh Bandar bin Sholeh As Suwair disambut langsung oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, bersama Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sahrul Munir. Penyambutan turut dihadiri jajaran komite, fungsionaris madrasah, perwakilan paguyuban wali murid, serta seluruh peserta didik MTsN 7 Kediri. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Kehadiran seluruh unsur madrasah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan masjid yang diharapkan dapat menjadi sarana ibadah sekaligus mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan peserta didik. Melalui kunjungan ini, MTsN 7 Kediri terus mematangkan kesiapan pembangunan masjid agar nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal, baik oleh warga madrasah maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Kabupaten Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Ozon Internasional, MTsN 7 Kediri menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Hari Ozon dan Emisi Nol pada Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah sebagai Madrasah Adiwiyata dalam menjaga kelestarian dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan diawali dengan rutinitas pagi berupa Salat Duha berjamaah yang dilaksanakan oleh seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), dan peserta didik di musala serta halaman madrasah. Doa bersama juga dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat. Usai kegiatan keagamaan, warga madrasah mengikuti aksi Bebas Asap dan Emisi Nol. Pada kegiatan tersebut, seluruh peserta didik dan GTK diimbau untuk datang ke madrasah tanpa menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil. Mereka memanfaatkan alternatif transportasi seperti berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum. Ketua Tim Adiwiyata MTsN 7 Kediri, Tri Lestari, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Hari Ozon dan Emisi Nol diisi dengan sejumlah agenda yang melibatkan seluruh warga madrasah. “Beberapa agenda yang dilaksanakan meliputi sosialisasi pilah sampah, peluncuran Lomba Kebersihan Kelas, Lomba Vlog, Senam Bersama, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Gerakan Seribu Tumbler,” jelas Tri Lestari. Selain mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, Gerakan Seribu Tumbler menjadi bagian dari upaya madrasah untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Kegiatan tersebut juga mendorong warga madrasah membiasakan diri membawa wadah minum yang dapat digunakan kembali. Sementara itu, Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga madrasah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan warga madrasah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hal-hal sederhana seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan membawa tumbler dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan,” ujar Ifa. Rangkaian kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan sampah plastik dan emisi karbon di lingkungan madrasah. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan harmonis.
Kabupaten Kediri – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTsN 7 Kediri. Maulida Faiza Kulla Azmina, siswi kelas VII-A, berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putri Wustho dalam ajang Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren) tingkat Provinsi Jawa Timur. Kompetisi tersebut berlangsung di Kabupaten Lumajang pada 26 September 2026. Keberhasilan Maulida menjadi kebanggaan bagi MTsN 7 Kediri sekaligus menunjukkan kemampuan peserta didik dalam bidang seni baca Al-Qur’an. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Maulida. “Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi Maulida yang berhasil meraih Juara 1 MTQ Putri tingkat Provinsi Jawa Timur. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Maulida untuk terus mengembangkan kemampuannya dan menjadi inspirasi bagi peserta didik MTsN 7 Kediri lainnya,” tutur Ifa Hidayah. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti komitmen MTsN 7 Kediri dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Keberhasilan Maulida diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
Kediri — MTsN 7 Kediri kembali menggelar kegiatan pengembangan keterampilan peserta didik melalui dua kegiatan berbeda yang dilaksanakan secara bersamaan pada Sabtu (19/09). Kegiatan tersebut meliputi Diklat Dasar bagi anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) dan Diklat Jurnalistik bagi peserta ekstrakurikuler jurnalistik. Diklat Dasar PMR dilaksanakan di halaman tengah madrasah dan diawali dengan upacara pembukaan. Upacara tersebut diikuti oleh anggota baru PMR sebagai peserta diklat dan dipimpin oleh Luluk Azizatul Ma’rifah selaku Waka Kesiswaan MTsN 7 Kediri. Usai upacara pembukaan, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar PMR yang disampaikan oleh fasilitator yang memiliki kompetensi di bidangnya. Materi diberikan sebagai bekal awal bagi anggota baru agar memahami peran, prinsip, serta keterampilan dasar dalam kegiatan kepalangmerahan. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan PMR di madrasah. Diklat diharapkan menjadi langkah awal bagi anggota baru untuk aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kepalangmerahan. Sementara itu, di tempat yang berbeda, tepatnya di Meeting Room MTsN 7 Kediri, berlangsung Diklat Jurnalistik yang diikuti oleh peserta ekstrakurikuler jurnalistik. Kegiatan ini mengusung tema “Gen-Z Kreatif, Madrasah Inspiratif: Mengukir Cerita lewat Kata, Lensa, dan Karya Digital.” Diklat jurnalistik dibuka oleh Luluk Azizatul Ma’rifah. Dalam sambutannya, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan kemampuan jurnalistik sebagai sarana mengembangkan kreativitas sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan positif di madrasah. “Melalui jurnalistik, kalian tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar melihat sebuah peristiwa, menggali informasi, kemudian menyampaikannya menjadi sebuah karya yang bermanfaat dan menginspirasi,” tutur Luluk. Ia juga berharap peserta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif untuk menghasilkan karya jurnalistik yang kreatif, informatif, dan bertanggung jawab. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan terkait keterampilan jurnalistik, mulai dari menggali informasi, menulis berita, mengambil gambar, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi. Pembekalan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan generasi Z yang akrab dengan berbagai platform digital. Melalui diklat ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, serta kepekaan terhadap berbagai peristiwa di lingkungan madrasah. Karya yang dihasilkan nantinya juga diharapkan dapat menjadi media untuk mengabadikan sekaligus menyebarluaskan berbagai kegiatan dan prestasi MTsN 7 Kediri. Meskipun berlangsung pada waktu yang sama, kedua kegiatan tersebut memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda. Diklat Dasar PMR berfokus pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan bagi anggota baru, sedangkan Diklat Jurnalistik diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya jurnalistik dan konten digital. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Kediri dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, keterampilan, kreativitas, dan pengalaman melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Kabupaten Kediri (17/09) – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81, MTsN 7 Kediri menggelar upacara peringatan pada Kamis, 17 September 2026, di halaman utama madrasah. Kegiatan berlangsung tertib dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Bertindak sebagai pembina upacara, Tri Lestari, S.Pd., Guru Matematika sekaligus Ketua Tim Adiwiyata Mandiri MTsN 7 Kediri. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan yang menjadi bagian dari jiwa PMI. “Menjadi relawan tidak harus menunggu besar. Kepedulian sekecil apa pun, seperti membantu teman yang jatuh, menjaga kebersihan, atau peduli lingkungan, itu sudah menjadi cerminan jiwa PMI,” pesannya di hadapan peserta upacara. Upacara diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik kelas 8 dan 9. Sementara itu, peserta didik kelas 7 tetap mengikuti kegiatan rutin pagi Bina Tahsin dan Tahfidz Qur’an (BTTQ) sesuai jadwal pembiasaan madrasah. Seluruh petugas upacara berasal dari Tim PMR Wira Madya JK Red Cross MTsN 7 Kediri. Mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembaca doa, anggota PMR tampil tertib dan percaya diri. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari latihan sekaligus sarana membangun kedisiplinan dan tanggung jawab anggota PMR. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan di MTsN 7 Kediri dilanjutkan dengan pemilihan Ketua OSIM. Pemilihan diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari bapak dan ibu guru, karyawan, hingga peserta didik kelas 7, 8, dan 9. Proses pemilihan dilaksanakan melalui sistem voting. Setiap pemilih diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan dengan memilih tiga calon yang telah ditetapkan. Pelaksanaan pemilihan ini menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan madrasah sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam menentukan kepengurusan OSIM. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan HUT PMI, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. “Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa sosial dan solidaritas kemanusiaan di kalangan peserta didik. Di sisi lain, melalui pemilihan OSIM, anak-anak juga belajar tentang tanggung jawab, partisipasi, dan demokrasi di lingkungan madrasah,” imbuhnya di sela-sela akhir kegiatan. Melalui peringatan HUT PMI ke-81 dan pemilihan OSIM, MTsN 7 Kediri terus mendorong peserta didik untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan madrasah.
Kediri— MTsN 7 Kediri memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta sosialisasi Madrasah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Kegiatan tersebut berlangsung di Meeting Room MTsN 7 Kediri, Selasa (15/9/2026). Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan DP2KBP3A menjadi langkah penting bagi madrasah dalam memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. “Melalui kerja sama ini, kami berharap MTsN 7 Kediri semakin mampu menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, dan berprestasi dengan tetap merasa terlindungi,” ujar Ifa Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dokter Wulan Andadari selaku Kepala DP2KBP3A. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu kependudukan. “Madrasah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. Karena itu, sinergi antara DP2KBP3A dan MTsN 7 Kediri perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan pendidikan yang ramah anak sekaligus mampu memberikan pemahaman tentang kependudukan kepada peserta didik,” tutur Wulan Andadari. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara MTsN 7 Kediri dan DP2KBP3A sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program perlindungan anak serta penguatan Sekolah Siaga Kependudukan. Selanjutnya, para peserta mengikuti sosialisasi mengenai Madrasah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kerja sama secara administratif, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara MTsN 7 Kediri dan DP2KBP3A. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak serta membekali peserta didik dengan wawasan kependudukan.
KEDIRI – MTsN 7 Kediri menggelar rangkaian kegiatan Pemilihan Ketua OSIM (Pilosim) pada Senin (14/9/2026). Kegiatan diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon ketua OSIM yang diikuti seluruh peserta didik setelah pelaksanaan salat Dhuha. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing calon ketua OSIM menyampaikan visi, misi, serta program yang akan dijalankan apabila terpilih. Penyampaian visi dan misi menjadi kesempatan bagi para calon untuk memperkenalkan gagasan serta komitmen mereka dalam menjalankan amanah sebagai pengurus OSIM. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan debat antarpasangan calon (paslon) yang berlangsung di Meeting Room MTsN 7 Kediri. Debat tersebut disaksikan oleh perwakilan peserta didik kelas VII, VIII, dan IX. Dalam sesi debat, setiap paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperkuat argumen terkait program yang ditawarkan. Para calon juga dituntut mampu menyampaikan pendapat secara jelas, logis, dan bertanggung jawab. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, menyampaikan bahwa Pilosim bukan sekadar kegiatan memilih ketua OSIM, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal proses demokrasi dan kepemimpinan. “Melalui Pilosim ini, anak-anak belajar menyampaikan gagasan, berani berpendapat, menghargai perbedaan, dan yang paling penting belajar bertanggung jawab terhadap pilihan serta amanah yang nantinya diberikan,” ujar Ifa Hidayah. Menurutnya, setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan gagasannya. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan bagi peserta didik lainnya. Kegiatan debat berlangsung sebagai bagian dari tahapan Pilosim sebelum peserta didik menentukan pilihan. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat mengenal visi, misi, program, dan karakter setiap calon sehingga mampu menentukan pilihan secara bijak dan bertanggung jawab.
KEDIRI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 7 Kediri. Dua peserta didiknya berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kediri. Kedua siswa tersebut adalah M. Dante Vandendra yang meraih Juara 1 bidang Matematika dan Sabita Ilma Fawaida yang berhasil menjadi Juara 1 bidang IPA Sains. Atas prestasi tersebut, Dante dan Sabita berhak mewakili Kabupaten Kediri pada ajang OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Kepala MTsN 7 Kediri, Hj. Ifa Hidayah, M.Si., menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua peserta didik serta para pembimbing yang telah memberikan pendampingan selama proses persiapan dan kompetisi. “Alhamdulillah, ini buah dari proses belajar, latihan intensif, dan doa seluruh keluarga besar MTsN 7 Kediri serta dukungan orang tua. Kami berharap Dante dan Sabita bisa kembali mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi,” ujar Ifa Hidayah. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai ajang. Pihak madrasah juga akan terus memberikan pembinaan dan dukungan kepada kedua peserta didik tersebut agar dapat mempersiapkan diri secara optimal dan tampil maksimal pada OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kediri, 29 Agustus 2026 — MTsN 7 Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital pada 28–29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh bapak dan ibu guru MTsN 7 Kediri serta guru-guru madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 7 Kediri. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sahrul Munir. Selain membuka kegiatan, Sahrul Munir juga memberikan pembinaan kepada para peserta mengenai pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan teknologi pembelajaran. Dalam pembinaannya, Sahrul Munir menekankan bahwa guru perlu terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan dalam dunia pendidikan. Implementasi KBC diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perangkat pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah, menyampaikan bahwa kegiatan bimtek tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai KBC dengan pemanfaatan teknologi digital. «“Kami berharap melalui kegiatan ini, bapak dan ibu guru tidak hanya memahami konsep Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam perangkat dan proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran digital diharapkan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ifa Hidayah.» Bimtek menghadirkan dua narasumber, yaitu Muhammad Zaenuri dan Kiswanto. Keduanya menyampaikan materi yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendukung implementasi KBC dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pengawas Madrasah, Mch. Bachrudin. Usai doa, para peserta mengikuti penyampaian materi dan praktik yang diberikan oleh pemateri. Muhammad Zaenuri memberikan materi mengenai penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dengan memanfaatkan teknologi digital. Peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik dalam mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam perangkat pembelajaran sehingga dapat diterapkan secara kontekstual sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik peserta didik. Sementara itu, Kiswanto menyampaikan materi mengenai pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran digital yang selaras dengan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta. Peserta diajak mengenal berbagai bentuk media digital yang dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan bermakna. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Selain menerima materi, peserta juga terlibat dalam praktik dan diskusi untuk mengembangkan perangkat serta media pembelajaran yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing. Kegiatan Bimtek Implementasi KBC dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan. Dengan demikian, implementasi KBC dan pengembangan media pembelajaran digital dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, bermakna, serta mendukung terbentuknya peserta didik yang berkarakter dan berprestasi.
Kediri— MTsN 7 Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Rabu (26/8/2026) di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin. Kegiatan yang dipimpin oleh Gus Ala’ tersebut diikuti oleh siswa-siswi MTsN 7 Kediri dengan penuh khidmat dan antusias. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenang keteladanan Rasulullah saw. sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pesannya, Gus Ala’ mengajak para siswa untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi juga menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan. “Kalian adalah generasi penerus. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah akhlak, hormati guru dan orang tua, serta jangan takut untuk bermimpi. Jadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan dalam setiap langkah kehidupan,” tutur Gus Ala’ kepada para siswa. Usai mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi di pondok pesantren, siswa-siswi MTsN 7 Kediri melanjutkan kegiatan dengan berbagai perlombaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad saw. Untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, sejumlah lomba digelar, di antaranya LBB Hilang Arah, Angkat Beban, Menyolek Wajah, dan Caterpillar. Berbagai perlombaan tersebut menguji ketangkasan, kekompakan, keberanian, dan kreativitas para peserta. Sementara itu, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., terdapat empat cabang perlombaan, yaitu Adzan, Fashion Show, Asmaul Husna, dan Cerdas Cermat. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap perlombaan. Seluruh perlombaan dilaksanakan secara serentak. Suasana madrasah pun semakin semarak dengan sorak dukungan dari para siswa. Mereka mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan antusias, baik sebagai peserta maupun sebagai pendukung teman-temannya. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa perlombaan bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan keberanian. Semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut layaknya semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Melalui rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan perlombaan tersebut, MTsN 7 Kediri berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter religius, sportif, disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah. Peringatan Maulid Nabi dan kemeriahan lomba kemerdekaan pun menjadi satu rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan dan keteladanan bagi seluruh siswa MTsN 7 Kediri.
Kabupaten Kediri-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTsN 7 Kediri di tingkat internasional. Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri menghadiri acara awarding Borneo International Innovation and Creativity Competition (BIICC) 2026 yang berlangsung di International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (23/8/2026). Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut menjadi kesempatan bagi siswa MTsN 7 Kediri untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui bidang inovasi. Tim Riset Green Catalyst yang mengikuti kompetisi tersebut terdiri atas dua siswi kelas 8A, yaitu Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi oleh Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah. Kehadiran Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam acara awarding BIICC 2026 tidak hanya menjadi momen untuk menerima penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.Keikutsertaan dalam kompetisi internasional memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam berkompetisi bersama peserta dari berbagai daerah dan negara. Kerja keras dan proses yang telah dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam ajang tersebut, Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri berhasil meraih empat penghargaan. Empat penghargaan tersebut, yaitu Platinum Award, Gold Award kategori Innovation Futures and Education Paedagogy, Second Place BIICC Innovators Award, serta BIICC Wild Life and Earth Conservation Award. Perolehan empat penghargaan tersebut menjadi bukti atas kesungguhan tim dalam mengikuti kompetisi. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi untuk berprestasi dan bersaing dalam ajang inovasi dan kreativitas di tingkat internasional. Anggota Tim Riset MTsN 7 Kediri, Siti Muthorikah, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketekunan dan kerja keras yang dilakukan oleh tim. Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak di lingkungan madrasah juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan tim. "Berkat ketekunan, kerja keras, dan sinergi antara pembimbing, pendamping, siswa, dan seluruh stakeholder yang berada di madrasah, tim ini berhasil meraih empat penghargaan dalam even ini," ungkap Siti Muthorikah. Empat penghargaan yang berhasil diraih menjadi capaian tersendiri bagi MTsN 7 Kediri. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat semangat madrasah untuk terus memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi, khususnya di bidang riset, inovasi, dan kreativitas. Bagi Cesya Oktavia Ardian dan Fitria Aisyah Rahman, pengalaman mengikuti ajang BIICC 2026 juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Keterlibatan mereka dalam kompetisi internasional dapat menjadi pengalaman yang berharga untuk menumbuhkan sikap percaya diri, ketekunan, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya. Keberhasilan Tim Riset Green Catalyst MTsN 7 Kediri dalam meraih empat penghargaan di BIICC 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan ide dan menghasilkan karya inovatif. Dukungan dari pembimbing, pendamping, madrasah, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam mengantarkan siswa meraih prestasi. Capaian di Kuala Lumpur tersebut sekaligus menambah deretan prestasi MTsN 7 Kediri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Prestasi ini diharapkan dapat semakin menguatkan budaya riset dan inovasi serta mendorong siswa MTsN 7 Kediri untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang.
Kontingen MTsN 7 Kediri turut ambil bagian dalam Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat Kabupaten Kediri yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Dalam ajang tersebut, MTsN 7 Kediri menerjunkan dua peleton terbaik, yakni satu peleton putra dan satu peleton putri. Sejak pagi, kedua peleton tampil dengan penuh percaya diri mengenakan seragam kebanggaan madrasah. Mereka menunjukkan kekompakan melalui derap langkah yang seragam, ketegasan instruksi dari komandan peleton (danton), serta variasi formasi yang telah dipersiapkan selama latihan. Penampilan para peserta mendapat perhatian dari juri dan penonton yang menyaksikan perlombaan. Kekompakan, ketepatan gerakan, dan kedisiplinan menjadi bagian yang ditunjukkan oleh kedua peleton selama mengikuti perlombaan. Kepala MTsN 7 Kediri mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembina yang telah melakukan persiapan melalui latihan secara intensif selama beberapa pekan. "Keikutsertaan dalam lomba ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga bagaimana siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki kepercayaan diri. Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa dan pembina yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh," ujar Kepala MTsN 7 Kediri. Menurutnya, kegiatan LBB menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan karakter sekaligus menyalurkan potensi di bidang nonakademik. "Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus berkembang dan berani berkompetisi dalam berbagai bidang," tambahnya. Lomba Baris-Berbaris tingkat Kabupaten Kediri menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. Keikutsertaan dua peleton MTsN 7 Kediri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa melalui kegiatan positif.
KEDIRI — MTsN 7 Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, berkarakter, dan peduli lingkungan. Mengusung semangat "MTsN 7 Kediri Bisa", madrasah yang berlokasi di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini konsisten melahirkan berbagai inovasi pendidikan serta prestasi gemilang di berbagai bidang.Inovasi dan Program Unggulan Berbasis KarakterSebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama, MTsN 7 Kediri tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Dengan visi "Unggul dalam Berfikir, Dzikir, Moderat, Literat, dan Peduli Lingkungan", madrasah ini menghadirkan beragam program strategis. Mulai dari pengembangan kelas unggulan, penguatan kemampuan bahasa asing (Arab dan Inggris) melalui kerja sama dengan lingkungan pesantren, hingga pembiasaan kegiatan keagamaan yang istikamah menjadi fondasi kuat dalam mendidik siswa-siswi agar siap menghadapi tantangan zaman modern. Semangat "MTsN 7 Kediri Bisa" di Berbagai AjangSlogan "MTsN 7 Kediri Bisa" bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan cerminan dari etos kerja seluruh warga madrasah—baik guru, tenaga kependidikan, maupun para siswa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya torehan prestasi membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional, mencakup bidang akademik, seni, olahraga, hingga program peduli lingkungan seperti Adiwiyata.Kepala MTsN 7 Kediri beserta jajaran guru terus mendorong motivasi belajar siswa agar senantiasa optimis. Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler dan wadah kreativitas seperti program siniar (podcast) madrasah turut menjadi sarana efektif dalam mengasah jiwa literasi serta komunikasi digital para siswa.Melalui sinergi yang kuat antara pihak madrasah, komite, dan orang tua wali murid, MTsN 7 Kediri optimis untuk terus bertransformasi menjadi madrasah pilihan utama yang berkualitas, inspiratif, dan senantiasa terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.